Nusantara CarbonWEBSITE PUBLIK
MENU NUSANTARA CARBON
Beranda Aplikasi Website Nusantara Carbon Kisah Kami Tentang Nusantara Carbon Program Konservasi Dasbor Konservasi Kebijakan Privasi
EKOSISTEM NUSANTARA CARBONPilih aplikasi.
WEBSITE PUBLIK Nusantara Carbon Kisah, profil, program, dan akses publik. ↗ ANALISIS WILAYAH NC Intelligence Pemeriksaan awal batas dan kesiapan wilayah. ↗ ASISTEN KONSERVASI NC-AI Asisten konservasi dengan batas sumber yang jelas. ↗ PORTOFOLIO SPASIAL NCIS GIS Peta wilayah, portofolio, dan lapisan konservasi. ↗ OPERASI LAPANGAN NCIS FOS Misi, bukti, SATOR, dan laporan tim lapangan. ↗ KEUANGAN KONSERVASI NC Finance Anggaran, pencairan, akuntansi, dan jejak dana. ↗ RUANG KERJA NCDE Workspace Identitas, kolaborasi, dokumen, dan tata kelola. ↗ PENGETAHUAN & DAMPAK Knowledge & Impact Dokumen, pembelajaran, penelitian, dan dampak. ↗ MONITORING PUBLIK Living Dashboard Kemajuan kegiatan dan dampak konservasi. ↗ KOMUNITAS SEAL Team Komunitas, pembelajaran, dan jejaring SEAL. ↗
NOW 2026

Setiap kota modern pernah berdiri di atas alam yang hidup.

Every road we travel,
every building we enter,
every home we live in,
and every city we proudly call our own...

once emerged from landscapes that were alive.

Long before concrete,
before steel,
before skylines reached the horizon...

there were forests, rivers, wetlands,
and thriving ecosystems
that quietly sustained life.

Nature was never separate
from human civilization.

It was the very foundation
upon which every civilization began.

As cities continued to grow,
our connection with those living landscapes
slowly began to fade.

Yet the forests never stopped working for us.

Today, we often see forests
as places beyond our cities.

But history tells a different story.

Our cities exist
because nature came first.

Before we can protect nature,
we must first understand
what it has always done for us.

Dan... tentu saja... siapa yang menjaganya...

Tetua adat dari Kalimantan
Tetua adat Kalimantan

Menjaga hutan adat dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.

Penjaga mangrove dari Sulawesi
Penjaga mangrove Sulawesi

Merawat pesisir yang menjadi rumah, pelindung, dan sumber kehidupan.

Penjaga hutan adat dari Papua
Penjaga hutan adat Papua

Menjaga bentang hutan yang tetap hidup bersama masyarakatnya.

Penjaga mata air dari Nusa Tenggara
Penjaga mata air Nusa Tenggara

Memelihara sumber air yang menopang desa di tengah tanah kering.

Relawan restorasi dari Jawa
Relawan restorasi Jawa

Mengembalikan kehidupan pada lahan yang pernah kehilangan hutannya.

Penjaga subak dari Bali
Penjaga subak Bali

Menjaga aliran air yang menghubungkan hutan, sawah, dan kehidupan.

Penjaga hutan hujan dari Sumatera
Penjaga hutan hujan Sumatera

Berjalan di batas hutan untuk memastikan kehidupan tetap terlindungi.

Nelayan tradisional dari Kepulauan Riau
Nelayan tradisional Kepulauan Riau

Menjaga laut melalui pengetahuan musim dan cara tangkap yang bijaksana.

NS
01 / 08

Sekarang giliran kita…

NusantaraCarbon

Sebuah platform pembiayaan konservasi berbasis masyarakat adat.

Kami bekerja bersama masyarakat adat untuk memperkuat upaya konservasi melalui pembiayaan yang kreatif, tata kelola modern, dan teknologi yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan di lapangan.

Konservasi adalah tujuan. Masyarakat adat menjadi penggeraknya.
Living environment Time & weather responsive

Kami memulai dengan pengetahuan dan kearifan lokal.

Lalu dipertajam dengan teknologi.

Apa yang menggerakkan kami

Masyarakat adat yang menjaga alam. Jauh sebelum kami datang.

Bagi mereka, alam bukan sekadar hamparan wilayah. Dari sanalah sumber air, sumber pangan, sumber pengetahuan, sumber obat, dan sumber kehidupan itu sendiri. Alam adalah jembatan antara tradisi dan masa depan.

Namun selama ini, tanggung jawab untuk menjaganya sering kali jauh lebih besar daripada dukungan yang mereka terima. Karena itu, kami hadir agar mereka tidak lagi berjalan sendiri.

Konservasi bukan ide baru yang datang dari kota. Ia adalah cara hidup yang dijalankan dengan disiplin, dari generasi ke generasi. Bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran.

Kesadaran yang terus tumbuh

dan dipelihara bersama mereka yang hidup paling dekat dengan alam.

Bukti nyata datang dari lapangan

Kami bekerja bersama masyarakat adat, tim lapangan, dan pemerintah agar setiap rencana dapat dijalankan dengan disiplin, setiap kegiatan tercatat dengan baik, dan setiap laporan dapat dipertanggungjawabkan.

Berakar pada masyarakatDijalankan di lapanganDibuktikan dengan data yang valid

Bagaimana kami bekerja?

Kami selalu memulai dengan mendengar. Kemudian menyusun langkah bersama.

Sebelum membuat rencana, kami mendengar bagaimana masyarakat adat memahami wilayahnya, perubahan apa yang mereka rasakan, serta bentuk dukungan yang benar-benar mereka butuhkan.

01

Masyarakat adat menentukan arah

Merekalah yang paling mengenal wilayahnya. Pengetahuan dan kearifan lokal menjadi dasar untuk menyusun rencana dan menjalankan kegiatan konservasi.

02

Teknologi memudahkan pekerjaan di lapangan

Peta, citra, data lapangan, dan sensor membantu mencatat kondisi, membaca perubahan, serta menentukan langkah selanjutnya.

03

Tata kelola menjaga kepercayaan

Setiap rencana, kegiatan, penggunaan dana, dan hasilnya dicatat secara transparan agar semua pihak mendapat informasi yang jelas. Semua data akan dikelola, diperiksa, dan dipertanggungjawabkan secara bersama-sama.

04

Pembiayaan menjaga kegiatan tetap berjalan

Kami mengembangkan berbagai model pembiayaan agar kegiatan konservasi tidak berhenti ketika sebuah program berakhir.

Pembiayaan→ Kerja lapangan→ Data yang valid→ Konservasi berkelanjutan

Masyarakat adat menentukan arah.

Kami menyiapkan dukungan yang diperlukan agar kegiatan konservasi ini dapat terus berlanjut hingga generasi mendatang.

Teknologi yang kami kembangkan

Teknologi bukan untuk menggantikan manusia. Teknologi justru membantu mereka bekerja lebih mudah, lebih aman, dan lebih akurat.

Setiap teknologi yang kami kembangkan merupakan jawaban atas masalah-masalah yang benar-benar ditemui di lapangan—mulai dari memahami batas wilayah, mengatur jadwal dan menjalankan kegiatan misi, mencatat berbagai perubahan dan perkembangan kualitas ekosistem, hingga menyusun laporan berdasarkan data yang diperoleh langsung dari lapangan.

SATOR SQUARE
01 · MEMAHAMI WILAYAH Aktif

NCIS Nusantara Carbon Intelligence System
Spatial Intelligence · SATOR Square
Spatial Assessment & Terrestrial Observation Resource

NCIS membantu memetakan wilayah konservasi dan menyatukan berbagai data spasial ke dalam unit wilayah yang kami namakan SATOR Square. Dari sinilah masyarakat adat yang tergabung dalam SEAL Team—Satgas Ekologi Adat Lestari—dapat melihat kondisi wilayahnya secara utuh, mulai dari gunung, hutan, danau, hingga pesisir.

02 · BEKERJA LANGSUNG DARI LAPANGAN Aktif · Buka ↗

NCIS Field Operating System

Melalui FOS, SEAL Member dapat menerima dan menjalankan misi, bekerja di dalam SATOR Square, mengambil foto, membuat laporan suara, serta mengirimkan hasilnya—bahkan ketika jaringan internet terbatas.

SATOR SquareField MissionOffline First
03 · MEMBACA PERUBAHAN Dalam pengembangan

Nusantara Conservation AI

Nusantara Conservation AI membantu mengolah data lapangan, citra, sensor, serta pengetahuan lokal untuk mengenali perubahan, membaca risiko, dan memberikan rekomendasi tindakan selanjutnya.

ObserveUnderstandAnticipate
NCDE
04 · MENYATUKAN EKOSISTEM Aktif · Buka ↗

NCDE Nusantara Carbon Digital Ecosystem

NCDE menyatukan identitas, data, kegiatan lapangan, teknologi, tata kelola, pembiayaan, dan dampak ke dalam satu ekosistem digital agar semuanya dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

LIVE
05 · MEMANTAU SEMUANYA SECARA LANGSUNG Aktif · Buka ↗

LIVING COMMAND CENTER

Living Command Center menyatukan kegiatan lapangan, perkembangan kualitas ekosistem, data wilayah, penggunaan pembiayaan, serta dampak konservasi dari berbagai daerah dalam satu ruang kerja yang terus diperbarui. Masyarakat adat, tim lapangan, pemerintah, dan mitra memperoleh informasi berbasis data langsung dari lapangan—sesuai dengan tingkat akses masing-masing.

Setiap pekerjaan di lapangan selalu menghasilkan bukti digital

yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari satu SATOR Square hingga seluruh jaringan konservasi nasional, setiap bukti membantu menentukan langkah selanjutnya.

Gerakan yang terus tumbuh

Satu gerakan. Beragam bentang alam.

Sejumlah wilayah konservasi—mulai dari gunung, hutan, danau, hingga pesisir—telah bergabung dalam gerakan kami. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Kondisi alamnya berbeda. Begitu pula tantangan cuaca, jenis dan tingkat kerusakan, serta pengetahuan dan kearifan lokal pada masing-masing wilayah. Semua mempunyai caranya sendiri, tetapi dengan satu tujuan yang sama, yakni menjaga kelestarian alam.

Daerah aliran air · Tutupan hutan

GUNUNG

01

Gunung

Di gunung, menjaga alam berarti menjaga mata air, tutupan hutan, dan kehidupan masyarakat yang bergantung kepadanya.

Keanekaragaman hayati · Kanopi

HUTAN

02

Hutan

Di hutan, menjaga alam berarti merawat keanekaragaman hayati, sumber pangan, sumber obat, serta tradisi dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kualitas air · Keseimbangan

DANAU

03

Danau

Di danau, menjaga alam berarti menjaga kualitas air dan keseimbangan kehidupan di dalam maupun di sekelilingnya.

Pasang surut · Mangrove · Laut

PESISIR

04

Pesisir

Di pesisir, menjaga alam berarti merawat hubungan antara daratan, mangrove, laut, dan masyarakat yang hidup bersamanya.

Tempatnya berbeda. Tantangannya pun tidak sama.

Karena itu, setiap wilayah membutuhkan cara menjaga yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Gerakan ini tumbuh dari satu wilayah ke wilayah lain. Di setiap wilayah, kami selalu menyusun langkah bersama masyarakat yang hidup di sana. Karena, sekali lagi, merekalah yang paling memahami wilayahnya.

Dan kerja itu bukan lagi sekadar cerita atau gagasan.Kerja itu sedang berlangsung sekarang.

Pantau secara langsung gerakan konservasi kami. Jelajahi lokasi, batas wilayah, dan data spasial program konservasi melalui NCIS. Jelajahi Living Conservation Map↗

Dampak yang ingin kami wujudkan

Untuk apa semua ini kami lakukan? Jawabannya sederhana.

Agar kehidupan yang baik ini dapat kita wariskan kepada anak cucu kita. Ketika alam dijaga, manfaatnya tidak berhenti di dalam batas wilayah konservasi. Air bersih bisa tetap mengalir hingga ke rumah-rumah, pangan sehat tetap dapat tumbuh dengan baik, tradisi dan pengetahuan leluhur tetap hidup dan terjaga, dan masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk menentukan masa depannya.

ALAM

01

Alam memiliki waktu untuk pulih

Ketika ancaman nyata berkurang dan proses menjaga serta merawat alam dilakukan secara terus-menerus dengan baik dan benar, hutan, tanah, air, dan pesisir mempunyai waktu untuk memulihkan keseimbangannya.

AIR · PANGAN

02

Air tetap mengalir. Pangan tetap tumbuh.

Ekosistem yang sehat menjaga sumber air, kesuburan tanah, udara bersih, serta keseimbangan iklim yang menopang kehidupan kita sehari-hari.

MASYARAKAT

03

Masyarakat menjadi lebih kuat dan mandiri

Masyarakat mempunyai dukungan dan sumber daya untuk menjaga dan merawat alamnya, memperkuat komunitasnya, melestarikan dan mengembangkan pengetahuan leluhurnya, serta mempunyai kekuatan untuk menentukan masa depannya sendiri.

GENERASI

04

Generasi berikutnya tetap memiliki pilihan

Apa yang kita jaga hari ini akan menentukan apa yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Apa yang masih dapat mereka nikmati, pelajari, dan warisi adalah tanggung jawab kita bersama.

Semua berangkat dari satu kesadaran:Alam bukanlah warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita.

Dan pilihannya ada pada kita

Kita jaga alam, alam jaga kita.

PT. Nusantara Carbon Lestari
Gedung STC Senayan, Lantai 3 · Jl. Asia Afrika Pintu IX, Gelora Senayan
JAKARTA PUSAT — INDONESIA · 10270
nusantaracarbon.idinfo@nusantaracarbon.id
Nusantara Carbon@nusantaracarbon.id

Kebijakan Privasi

Kita jaga alamAlam jaga kita

Protecting NatureEmpowering PeopleBuilding the Future